Menolong, Mengabdi, Prestasi #SiamoPaMeRa.

------------------------------Together We Care-----------------------------

Selasa, 01 November 2016

Pertolongan Pertama Part I


Pertolongan Pertama

 #BagianI

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan juga bisa menimpa siapa saja. Dalam setiap kejadian itu pastilah ada penderita cedera ringan maupun cedera berat yang membutuhkan pertolongan pertama. Pertolongan pertama yaitu pemberian pertolongan dengan segera pada penderita sakit atau cedera kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. 

Tujuan pertolongan pertama adalah untuk menyelamatkan jiwa penderita, mencegah cacat, memberi rasa nyaman, dan menunjang proses penyembuhan. Penanganan yang tepat dan cepat menentukan keberhasilan dalam penanganan kecelakaan. Jika penanganan lambat dan tidak tepat, kondisi pasien dapat menjadi semakin parah. Sebaliknya, jika penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat dapat mencegah kematian atau perburukan kondisi korban. Untuk itu, kita perlu mengetahui bagaimana cara melakukan pertolongan pertama.


Hal pertama yang harus dilakukan untuk melakukan pertolongan pertama adalah penilaian keadaan. Penilaian keadaan dilakukan untuk mengetahui situasi apa yang terjadi dalam memberikan pertolongan pertama. Penilaian keadaan dalam penolongan pertama meliputi empat hal, yakni penolong, lingkungan, korban, dan kejadian.

Hal yang harus dilakukan dalam melakukan penalaian keadaan adalah memastikan bahwa penolong dalam kondisi aman dan mampu untuk melakukan pertolongan pertama. Penolong juga harus melihat kemungkinan apa yang bisa terjadi jika korban diletakkan di suatu tempat dan korban harus ditempatkan di tempat yang aman, nyaman, dan teduh.  Seorang penolong juga harus menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita, serta orang lain di sekitarnya. 

 Lingkungan juga merupakan hal yang harus diperhatikan. Penilaian keadaan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan mengamati apakah kondisi lingkungan memungkinkan untuk melakuka pertolongan pertama. Jika kondisi lingkungan buruk, korban harus dipindahkan ke tempat yang aman terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan pertolongan pertama.

Penilaian keadaan terhadap korban dilakukan dengan cara melihat kondisi korban dan menganalisa kemungkinan apa saja yang bisa terjadi. Jika kita sudah memperkirakan kemungkinan apa saja yang akan terjadi, kita bisa dengan cepat mengambil tindakan pertolongan.


  
Yang terakhir adalah penilaian kejadian. Hal ini dilakukan dengan menanyakan bagaimana kejadian yang dialami korban saat mengalami kecelakaan. Pertanyaan tersebut dapat ditanyakan kepada sang korban jika ia masih sadarkan diri. Namun, jika korban tidak sadar, kita dapat bertanya hal tersebut kepada orang yang melihat kejadiannya.

Hal yang harus dilakukan penolong sebelum melakukan pertolongan pertama adalah memperkenalkan diri dan meminta ijin untuk menolong. Yang selanjutnya adalah memakai APD. APD atau alat perlindungan diri adalah alat-alat yang digunakan penolong untuk melindungi dirinya saat melakukan pertolongan pertama. Alat perlindungan diri ada bermacam-masam, misalnya sarung tangan lateks, kacamata pelindung, baju pelindung, masker penolong, masker RJP, dan sebagainya. Setiap alat memilki fungsi yang berbeda.




Setelah memakai alat perlindungan diri, penolong menanyakan kesan umum kepada saksi mata tentang kesan umum korban. Kesan umum dibagi menjadi 2, yaitu kasus trauma atau kasus medis. Kasus trauma adalah kasus yang disebabkan oleh ruda paksa dengan tanda yang terlihat jelas atau teraba. Contoh : luka terbuka, luka memar, patah tulang dan sebagainya disertai dengan gangguan kesadaran. Kasus medis adalah kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda paksa. Contoh : sesak nafas atau pingsan. Pada kasus ini penolong harus lebih berupaya mencari riwayat gangguannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Fan Page PaMeRa

PaMera's Slide

Follower PaMeRa

Tweet of PaMeRa